Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juli 2011

Seribu Sungai dan Ratusan Bahasa di Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat kerap disebut sebagai provinsi "Seribu Sungai." Ini disebabkan ratusan sungai baik itu besar maupun kecil yang sering dilintasi masyarakat baik lokal maupun wisatawan yang melintas di provinsi tersebut. Ada beberapa sungai besar yang hingga saat ini masih merupakan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman. Provinsi ini memiliki luas lebih dari 146.607 km persegi dan kaya akan berbagai mineral dan batu permata.

Wilayah ini juga dilewati garis khatulistiwa, dengan satu sungai terpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas. Sungai dengan panjangnya mencapai 1.143 km membagi kota menjadi dua sekaligus menyediakan jalur komunikasi dan bersejarah.

Kalimantan Barat adalah tempat yang cocok untuk berwisata alam, argowisata dan wisata budaya. Wisata budaya dengan latar belakang sejarah Kalimantan Barat dan aneka ragam seni serta budaya yang unik dan menarik siap menghibur Anda. Wisata alam berupa pegunungan, pantai, lait, danau, hutan tropis dengan flora dan faunannya, tidak ketinggalan pula air terjun nan indah di Pande Kambayung dan Riam Kanebak.

Suku aseli yang menghuni Kalimantan Barat adalah suku Dayak dan kaum pendatang lainnya dari Sumatra, kaum urban dari Cina serta daerah lainnya di Indonesia. Keanekaragaman sosial budaya di Kalimantan Barat merupakan mozaik yang berjalan beriringan dan dinamis. Terbayangkah oleh Anda? Ada 164 bahasa daerah, 152 di antaranya adalah bahasa sub suku Dayak dan 12 sisanya bahasa sub suku Melayu. Berbagai bahasa ini digunakan oleh sedikitnya 20 etnis, tiga diantaranya suku asli dan 17-nya lagi adalah suku pendatang. Belajar bahasa yang unik di Kalimantan Barat!

Wisata Batu Nuak




Wisata Batu Nuak adalah tempat rekreasi terbuka untuk umum yang terletak kurang lebih 37 km dari ibu kota Kabupaten Sekadau, jika kita menuju ke lokasi dari kota sekadau menggunakan kendaraan roda empat sampai di kecamatan nanga taman langsung menuju tugu CIDAYU (Cina Dayak Melayu) langsung belok kiri, dari tempat ini kita tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat melainkan hanya dapat dilalui roda dua kuang lebih 20 menit (7 km) sampailah kita menjumpai kampung Nuak, menuju lokasi kita harus membayar karcis masuk Rp 3000/1 motor kurang lebih 10 menit menggunakan sepeda motor sampailah kita ke lokasi wisata Batu Nuak (sumber: www.wisatasekadau.blogspot.com)

Air Terjun Semirah Merambang



Air terjun Semirah Merambang terdapat di Dusun Belandong Desa Tintin Boyok Kecamatan Sekadau Hulu ( Rawak ). Yang terletak kurang lebih 20 Km dari ibu kota Kabupaten Sekadau.
Ketinggian air terjun ini 80 meter, dan mempunyai tujuh tingkatan. Menurut tetua adat masyarakat setempat, air terjun ini mempunyai cerita tersendiri.
Di zaman dahulu kala hidup seseorang yang sudah tua, namanya Akik Temakau. Ia sangat gemar menginang dan menyugi tembakau. Pada suatu hari ia bepergian dari Natai Ubah menuju ke daerah Taman yang kebetulan jalanya melintasi di atas danau tersebut, bongkahan kayu yang hampir rapuh dimakan usia yang membelah danau itu dijadikannya sebagai titian.
Sesaat sedang berada di atas kayu tersebut Akik Temakau istirahat rencananya mau menginang lagi. Waktu membelah buah pinang diatas titian tersebut, tiba-tiba pinang terbelah dua dan parangnya nancap di kayu itu, bukan main terkejutnya
Akik Temakau melihat darah yang begitu banyak keluar dari kayu tadi, setelah diamati ternyata bukan kayu yang menjadi titian Akik Temakau melainkan belakang ular besar.
Berawal dari cerita itu, gemuruhnya bunyi merambang disebabkan karena air tertahan oleh lekukan ular yang ada di danau tersebut, kemudian air itu terjun karena dilepaskan ular dan menerpa bebatuan pada bagian bawah. (sumber: www.wisata sekadau.blogspot.com)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons